Faktor yang Mempengaruhi Supply Chain Information Sharing dalam Multi-Tier Supply Chain: Implikasi Industry 4.0

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

05 Maret 2025, 10.39

Pixabay.com

Pendahuluan

Dalam era globalisasi dan digitalisasi, Supply Chain Information Sharing (SCIS) menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan ketahanan rantai pasok. Penelitian ini dilakukan oleh Mathijs Rutten sebagai bagian dari tesis Magister Administrasi Bisnis di University of Twente. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang membatasi dan mendukung berbagi informasi dalam multi-tier supply chain serta bagaimana Industry 4.0 berperan dalam mengatasi hambatan tersebut.

SCIS memiliki dampak positif terhadap kinerja rantai pasok dengan meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, efisiensi operasional, dan fleksibilitas supply chain. Namun, ada banyak kendala yang membuat implementasi SCIS menjadi tidak optimal. Penelitian ini mengkaji faktor penghambat dan pendorong SCIS, serta bagaimana peran Industry 4.0 dalam memfasilitasi pertukaran informasi yang lebih baik.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan analisis mendalam terhadap rantai pasok perusahaan manufaktur farmasi hewan di Belanda. Teknik utama yang digunakan adalah:

  • Literature review untuk membangun kerangka teori SCIS.
  • Studi kasus empiris melalui wawancara semi-terstruktur dengan berbagai tingkat dalam rantai pasok, termasuk supplier, manufaktur, distributor, dan retailer.
  • Analisis faktor SCIS menggunakan model teoritis yang membedakan faktor strategis dan operasional.

Temuan Utama

1. Dampak Positif SCIS pada Kinerja Rantai Pasok

  • SCIS meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas rantai pasok dengan memastikan aliran informasi yang lebih transparan.
  • Berbagi informasi strategis dan operasional membantu mengurangi ketidakpastian permintaan dan meningkatkan respons pasar.
  • Integrasi teknologi digital meningkatkan aksesibilitas dan akurasi data, mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

2. Faktor yang Mempengaruhi SCIS

Penelitian ini menemukan bahwa faktor penghambat dan pendorong SCIS dapat dikategorikan dalam empat dimensi utama:

a) Konektivitas Supply Chain

  • Teknologi informasi dan standarisasi data sangat penting dalam memfasilitasi berbagi informasi.
  • Kurangnya infrastruktur teknologi menjadi hambatan utama bagi beberapa perusahaan dalam rantai pasok.

b) Kemauan Individu untuk Berbagi Informasi

  • Kepercayaan antar mitra supply chain menjadi faktor kunci dalam keberhasilan SCIS.
  • Ketakutan akan kehilangan keunggulan kompetitif membuat beberapa perusahaan enggan berbagi data sensitif.

c) Karakteristik Rantai Pasok

  • Kompleksitas struktur supply chain dapat mempengaruhi efektivitas berbagi informasi.
  • Ketergantungan antar perusahaan memerlukan koordinasi yang lebih baik untuk menghindari distorsi informasi.

d) Fasilitasi Organisasi

  • Dukungan dari manajemen puncak sangat diperlukan untuk mengadopsi SCIS secara efektif.
  • Perbedaan tujuan bisnis dan kepentingan antar perusahaan sering kali menjadi hambatan utama dalam implementasi SCIS.

3. Studi Kasus: Implementasi SCIS dalam Perusahaan Manufaktur Farmasi Hewan di Belanda

Sebagai bagian dari studi ini, sebuah perusahaan manufaktur farmasi hewan di Belanda menjadi objek penelitian. Temuan utama dari studi kasus ini meliputi:

  • Kurangnya sistem informasi yang terintegrasi menyebabkan ketidakefisienan dalam berbagi data antar tingkatan rantai pasok.
  • Manajemen risiko yang buruk membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam berbagi informasi, terutama terkait data strategis.
  • Penggunaan teknologi Industry 4.0 seperti Internet of Things (IoT) dan sistem ERP berbasis cloud mampu meningkatkan kecepatan dan transparansi dalam berbagi informasi.

Hasil studi menunjukkan bahwa dengan adopsi teknologi Industry 4.0, perusahaan dapat mengurangi hambatan berbagi informasi hingga 40%, meningkatkan transparansi data antar mitra supply chain, serta mempercepat waktu respons terhadap permintaan pasar.

4. Peran Industry 4.0 dalam Meningkatkan SCIS

Penelitian ini juga mengkaji bagaimana Industry 4.0 memengaruhi SCIS dalam supply chain modern. Beberapa peran utama Industry 4.0 dalam meningkatkan SCIS meliputi:

a) Peningkatan Ketersediaan Teknologi Informasi

  • Sistem ERP berbasis cloud memungkinkan perusahaan untuk berbagi data secara real-time dengan seluruh mitra supply chain.
  • Machine-to-Machine Communication (M2M) membantu mengurangi keterlibatan manusia dalam berbagi informasi, mengatasi hambatan terkait keamanan data.

b) Reduksi Hambatan Keamanan Data

  • Teknologi Blockchain memberikan sistem keamanan berbasis desentralisasi, memastikan keandalan dan integritas data.
  • Cyber-Physical Systems (CPS) memungkinkan otomatisasi berbagi informasi yang lebih aman dan efisien.

c) Meningkatkan Kepercayaan dan Kolaborasi

  • Big Data Analytics dapat membantu mengidentifikasi pola dalam berbagi informasi, meningkatkan koordinasi antar mitra supply chain.
  • Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk memprediksi permintaan dan mengoptimalkan pertukaran informasi secara otomatis.

Strategi Optimal untuk Meningkatkan SCIS

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan SCIS dalam multi-tier supply chain:

  1. Meningkatkan Konektivitas Supply Chain
    • Menggunakan platform berbasis cloud untuk integrasi data supply chain.
    • Menerapkan standarisasi data untuk menghindari ketidaksesuaian informasi antar mitra bisnis.
  2. Membangun Budaya Berbagi Informasi yang Sehat
    • Menanamkan kepercayaan dan transparansi dalam hubungan bisnis antar mitra supply chain.
    • Mengembangkan kontrak yang jelas untuk melindungi data sensitif tanpa menghambat kolaborasi.
  3. Memanfaatkan Teknologi Industry 4.0
    • Mengimplementasikan IoT dan AI untuk mempercepat pertukaran informasi dalam rantai pasok.
    • Menggunakan Blockchain untuk meningkatkan keamanan dan akurasi data yang dibagikan.
  4. Meningkatkan Dukungan Manajemen
    • Memastikan komitmen manajemen puncak dalam mendorong adopsi SCIS.
    • Mengalokasikan sumber daya keuangan dan teknologi untuk mendukung transformasi digital supply chain.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa SCIS memiliki peran krusial dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing rantai pasok. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi, terutama dalam hal kepercayaan, teknologi, dan perbedaan kepentingan antar mitra bisnis.

Industry 4.0 berpotensi menjadi solusi utama dalam mengatasi hambatan SCIS dengan menyediakan teknologi yang lebih canggih dan aman. Perusahaan yang berhasil mengadopsi SCIS berbasis Industry 4.0 akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan di pasar global.

Sumber : Mathijs Rutten (2022). Factors Influencing Multi-Tier Supply Chain Information Sharing: A Multi-Tier Supply Chain Case Study. University of Twente.