Efektivitas Program Edukasi Keselamatan Kebakaran Berbasis Sekolah

Dipublikasikan oleh Izura Ramadhani Fauziyah

11 Maret 2025, 13.57

berita.batangkab.go.id

Keselamatan kebakaran merupakan bagian integral dari mitigasi risiko bencana, terutama bagi anak-anak yang sering kali kurang memiliki pemahaman yang memadai mengenai bahaya api. Penelitian ini menggunakan metode rapid evidence assessment, yaitu teknik analisis literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian ilmiah yang relevan dengan topik edukasi keselamatan kebakaran untuk anak-anak. Dari 90 sumber yang diidentifikasi, sebanyak 51 studi memenuhi kriteria inklusi, yang mencakup:

  • Studi akademik atau industri yang dipublikasikan antara 2000 dan 2020.
  • Berbahasa Inggris.
  • Menilai program keselamatan kebakaran bagi anak-anak usia 0–17 tahun.
  • Merupakan strategi pencegahan primer.

Hasil penelitian ini mengungkapkan 25 praktik berbasis bukti yang dikategorikan dalam tujuh tema utama: teori perubahan, target, pendekatan, konten, sumber daya, implementasi, dan evaluasi. Program keselamatan kebakaran berbasis sekolah umumnya didasarkan pada asumsi bahwa anak-anak memiliki kapasitas terbatas dalam memahami risiko kebakaran dan bereaksi secara rasional dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, pendidikan keselamatan kebakaran bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan bahaya api dan mendorong mereka mengambil tindakan yang benar saat menghadapi situasi kebakaran.

Studi menunjukkan bahwa pendekatan yang paling efektif adalah menyesuaikan materi edukasi dengan tahap perkembangan anak. Misalnya:

  • Anak-anak usia prasekolah lebih mudah memahami pelajaran berbasis visual dan permainan interaktif.
  • Anak-anak usia sekolah dasar lebih efektif belajar melalui demonstrasi langsung dan simulasi.
  • Remaja dapat menerima pendekatan berbasis teori dan pemecahan masalah.

Pendekatan yang Efektif dalam Program Keselamatan Kebakaran

  • Terintegrasi dalam kurikulum sekolah, sehingga dapat diselaraskan dengan mata pelajaran lain.
  • Melibatkan tenaga pendidik dan petugas pemadam kebakaran, di mana guru memberikan materi dasar, sedangkan petugas pemadam kebakaran memperkuat pembelajaran melalui simulasi.
  • Berbasis Child-Centered Disaster Risk Reduction (CCDRR), yang menempatkan anak sebagai agen perubahan dalam keselamatan kebakaran di rumah dan komunitasnya.

Materi keselamatan kebakaran yang berfokus pada perubahan perilaku lebih efektif dibandingkan pendekatan berbasis teori semata. Beberapa strategi yang digunakan meliputi:

  • Mengajarkan tindakan darurat, seperti "Stop, Drop, Cover, and Roll" jika pakaian terbakar.
  • Latihan evakuasi yang dilakukan secara berulang untuk membentuk kebiasaan.
  • Perencanaan rute evakuasi di rumah dan sekolah guna memastikan respons cepat saat kebakaran terjadi.

Efektivitas edukasi keselamatan kebakaran dapat ditingkatkan dengan penggunaan alat bantu yang lebih nyata, seperti:

  • Simulasi rumah asap untuk melatih anak-anak menghadapi kondisi kebakaran yang sebenarnya.
  • Digital resources, seperti aplikasi berbasis VR (Virtual Reality) untuk melatih anak dalam pengambilan keputusan darurat.
  • Kampanye berbasis media sosial guna meningkatkan jangkauan edukasi ke keluarga dan komunitas.

Program keselamatan kebakaran yang berhasil harus menjadi bagian dari kegiatan rutin di sekolah dan tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam setahun.

  • Latihan kebakaran harus dilakukan secara berkala dengan peningkatan tingkat kesulitan setiap sesi.
  • Kolaborasi antara sekolah dan layanan pemadam kebakaran harus diperkuat untuk memastikan implementasi yang berkesinambungan.

Paper ini menekankan pentingnya pengukuran dampak program edukasi keselamatan kebakaran. Beberapa metode evaluasi yang direkomendasikan meliputi:

  • Pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan anak-anak sebelum dan sesudah mengikuti program.
  • Simulasi kebakaran dengan skenario nyata guna menilai apakah anak-anak benar-benar menerapkan keterampilan yang telah diajarkan.
  • Survei kepada orang tua untuk mengetahui apakah anak-anak mentransfer pengetahuan mereka ke lingkungan rumah.

Beberapa negara telah menerapkan pendekatan berbasis bukti dalam edukasi keselamatan kebakaran:

  • Australia: Program Fire Ed yang diterapkan di sekolah dasar menunjukkan bahwa 80% anak-anak mampu mengingat prosedur evakuasi dengan benar setelah mengikuti program ini.
  • Amerika Serikat: Studi oleh NFPA (National Fire Protection Association) menemukan bahwa anak-anak yang mengikuti program keselamatan kebakaran memiliki kemungkinan 35% lebih tinggi untuk bertindak dengan benar dalam situasi kebakaran dibandingkan yang tidak mengikuti pelatihan.
  • Jepang: Melalui metode pelatihan simulasi rumah asap, 90% peserta mampu mengikuti rute evakuasi dengan benar dan tanpa kepanikan.

Kesimpulan

  1. Program edukasi keselamatan kebakaran berbasis sekolah merupakan strategi pencegahan paling efektif dalam mengurangi risiko kebakaran bagi anak-anak.
  2. Tidak ada standar global yang diterapkan secara universal, sehingga perlu dikembangkan framework berbasis bukti untuk mengoptimalkan efektivitas program.
  3. Penggunaan teknologi digital dan simulasi nyata dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap bahaya kebakaran dan respons yang tepat.
  4. Evaluasi program sangat penting untuk memastikan efektivitas jangka panjang dalam mengubah perilaku anak-anak terhadap keselamatan kebakaran.

Saran

  1. Integrasi lebih luas dalam kurikulum pendidikan nasional, sehingga setiap sekolah memiliki program keselamatan kebakaran yang konsisten.
  2. Peningkatan keterlibatan orang tua dalam edukasi kebakaran, misalnya dengan menyediakan modul pembelajaran di rumah.
  3. Pemanfaatan teknologi berbasis AR dan VR untuk meningkatkan pengalaman belajar anak-anak secara lebih interaktif.
  4. Penguatan regulasi yang mewajibkan latihan kebakaran berkala di sekolah guna membentuk kebiasaan yang lebih kuat dalam menghadapi kebakaran.

Sumber Artikel

Kamarah Pooley, Sonia Nunez, Mark Whybro. Evidence-based Practices of Effective Fire Safety Education Programming for Children. Australian Journal of Emergency Management, Vol. 36, No. 2, April 2021.