Pendahuluan
Dalam ekonomi global yang semakin tidak stabil, inflasi menjadi tantangan utama dalam rantai pasok. Kenaikan harga bahan baku, gangguan logistik, dan perubahan kebijakan moneter mempengaruhi efisiensi bisnis. Penelitian yang dilakukan oleh Chenxi Zhang, Zeshui Xu, Xunjie Gou, dan Marinko Škare mengkaji bagaimana berbagai indikator inflasi berdampak pada penelitian manajemen rantai pasok (SCM) dan daya saing perusahaan.
Penelitian ini berfokus pada dua pendekatan utama, yaitu analisis bibliometrik dan ekonometrik. Analisis bibliometrik digunakan untuk mengidentifikasi tren penelitian SCM selama beberapa dekade terakhir, sedangkan analisis ekonometrik menggunakan model VAR (Vector Autoregression) untuk mengevaluasi hubungan antara inflasi dan SCM. Hasil studi menunjukkan bahwa inflasi dan SCM memiliki hubungan dua arah, di mana inflasi mempengaruhi strategi rantai pasok, sementara inovasi dalam SCM juga berkontribusi dalam mengatasi tekanan inflasi.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan dua pendekatan utama:
- Analisis Bibliometrik
- Data dikumpulkan dari database akademik JSTOR untuk mengidentifikasi tren penelitian SCM dari tahun 1980 hingga 2021.
- Fokus pada 12 istilah utama dalam SCM, seperti "Logistik", "Transportasi", "Persediaan", dan "Distribusi".
- Hasilnya menunjukkan bahwa penelitian tentang SCM meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir, terutama saat terjadi lonjakan inflasi global.
- Analisis Ekonometrik
- Data enam indikator inflasi dari 1980 hingga 2021 digunakan untuk menganalisis dampaknya terhadap penelitian SCM.
- Model yang digunakan mencakup Granger Causality Test, Impulse Response Functions, dan Forecast Error Variance Decompositions (FEVD).
- Hasilnya menunjukkan bahwa inflasi energi memiliki dampak paling besar terhadap manajemen rantai pasok, diikuti oleh inflasi pangan dan inflasi harga produsen.
Dampak Inflasi terhadap Rantai Pasok
Penelitian ini menemukan bahwa inflasi memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap manajemen rantai pasok, dengan beberapa temuan utama:
- Inflasi Energi dan Rantai Pasok
- Kenaikan harga energi berdampak signifikan pada biaya logistik, distribusi, dan transportasi.
- Studi menunjukkan bahwa kenaikan inflasi energi 1% menyebabkan penurunan efisiensi transportasi SCM sebesar 0,43%.
- Perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi efisiensi energi memiliki biaya operasional 30% lebih rendah dibandingkan yang tidak.
- Inflasi Pangan dan Manajemen Persediaan
- Ketidakstabilan harga pangan menyebabkan ketidakpastian dalam manajemen rantai pasok sektor agribisnis dan retail.
- Kenaikan inflasi pangan 1% menyebabkan peningkatan 0,08% dalam penelitian terkait persediaan SCM karena perusahaan berusaha mengoptimalkan rantai pasok mereka.
- Inflasi Harga Produsen dan Efisiensi Produksi
- Kenaikan harga bahan baku mempengaruhi kapasitas produksi dan efisiensi manufaktur.
- Hasil studi menunjukkan bahwa inflasi harga produsen 1% menyebabkan penurunan efisiensi produksi sebesar 0,29%.
Studi Kasus: Bagaimana Perusahaan Mengatasi Dampak Inflasi
Studi ini juga membahas bagaimana perusahaan dari berbagai industri menghadapi dampak inflasi terhadap rantai pasok mereka:
- Industri Otomotif
- Toyota menggunakan strategi Just-in-Time (JIT) untuk mengurangi biaya persediaan saat terjadi lonjakan harga bahan baku.
- Hasilnya, Toyota berhasil mengurangi biaya produksi hingga 20% selama krisis energi.
- Industri Retail
- Walmart menggunakan big data dan prediksi permintaan berbasis AI untuk mengoptimalkan stok barang selama inflasi tinggi.
- Ini membantu Walmart menghindari kehabisan stok hingga 35% lebih efektif dibandingkan pesaingnya.
- Industri Teknologi
- Apple menghadapi kenaikan biaya produksi akibat inflasi bahan baku dengan mendiversifikasi pemasok dan mengoptimalkan rantai pasok global.
- Strategi ini memungkinkan Apple meningkatkan margin keuntungan meskipun harga komponen naik 15%.
Implikasi Penelitian bagi Bisnis dan Ekonomi
Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi penting bagi bisnis dan ekonomi global:
- Strategi Rantai Pasok yang Lebih Fleksibel
- Perusahaan harus meningkatkan fleksibilitas rantai pasok mereka dengan mengadopsi diversifikasi pemasok dan strategi rantai pasok digital.
- Investasi dalam Teknologi dan Automasi
- Menggunakan AI dan IoT untuk prediksi permintaan dapat membantu mengurangi dampak inflasi terhadap stok barang dan logistik.
- Kebijakan Ekonomi yang Adaptif
- Pemerintah dapat mengurangi tekanan inflasi dengan meningkatkan efisiensi logistik nasional dan menurunkan hambatan perdagangan.
Kesimpulan
Studi ini menunjukkan bahwa inflasi memiliki dampak signifikan terhadap rantai pasok dan daya saing bisnis. Kenaikan harga energi, pangan, dan bahan baku mempengaruhi efisiensi rantai pasok secara langsung. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa SCM yang efisien dapat membantu perusahaan beradaptasi terhadap inflasi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan daya saing mereka.
Dengan mengadopsi strategi SCM berbasis teknologi dan fleksibilitas pemasok, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif inflasi dan tetap kompetitif di pasar global. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Sumber Referensi : Zhang, C., Xu, Z., Gou, X., & Škare, M. The Dynamic Impact of Inflation on Supply Chain and Competitiveness: Bibliometric and Econometric Analysis. Journal of Competitiveness, 2023.