ATHENA: Strategi Inovatif Alfa Laval dalam Optimalisasi Manajemen Inventaris Global

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

06 Maret 2025, 10.42

Pixabay.com

Pendahuluan

Dalam lingkungan bisnis global yang semakin kompleks, manajemen inventaris yang efisien menjadi kunci keberhasilan perusahaan manufaktur. Alfa Laval, sebagai perusahaan dengan jaringan produksi global, menghadapi tantangan dalam mengelola inventaris dan menyeimbangkan pasokan serta permintaan. Untuk mengatasi tantangan ini, mereka mengembangkan ATHENA, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan inventaris melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Artikel ini membahas studi kasus implementasi ATHENA di Alfa Laval, menguraikan tantangan utama, strategi yang diterapkan, serta dampaknya terhadap performa rantai pasok.

Tantangan dalam Manajemen Inventaris Global

Alfa Laval menghadapi beberapa tantangan utama dalam manajemen inventarisnya, termasuk:

  1. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang menyebabkan kelebihan atau kekurangan stok.
  2. Kurangnya visibilitas data inventaris di seluruh lokasi produksi.
  3. Ketergantungan pada forecasting yang kurang akurat, menyebabkan pengambilan keputusan yang kurang tepat.

Seperti banyak perusahaan lain yang menerapkan sistem Make-to-Order (MTO), Alfa Laval harus memproyeksikan kebutuhan inventaris berdasarkan permintaan pelanggan, bukan sekadar tren historis.

Inisiatif ATHENA dan Strategi Optimalisasi Inventaris

ATHENA dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut dengan beberapa pendekatan utama:

1. Klasifikasi Inventaris yang Lebih Terstruktur

ATHENA mengklasifikasikan inventaris menjadi enam kategori utama:

  • Cycle stock (stok reguler yang terus diperbarui)
  • Safety stock (stok cadangan untuk mengantisipasi ketidakpastian)
  • Pipeline stock (stok dalam proses pengiriman)
  • Anticipation stock (stok untuk mengantisipasi permintaan musiman)
  • Hedge stock (stok untuk mengatasi risiko pasar)
  • Overstock (stok berlebih yang perlu dikurangi)

Pendekatan ini membantu Alfa Laval mengoptimalkan persediaan dan menghindari pemborosan modal pada inventaris yang tidak diperlukan.

2. Penggunaan Data dan Teknologi dalam Forecasting

Alfa Laval mengimplementasikan model forecasting berbasis data, termasuk:

  • Moving average dan exponential smoothing, untuk memprediksi pola permintaan.
  • Analisis berbasis historis dengan software demand planning, yang dapat menghasilkan forecast hingga 15 bulan ke depan.
  • Sistem kolaboratif dengan pemasok, di mana perusahaan berbagi data forecasting dengan mereka untuk memastikan kesiapan pasokan.

Pendekatan ini membantu Alfa Laval mengurangi dampak efek bullwhip, yang sering terjadi ketika setiap tahap rantai pasok membuat perkiraan yang berbeda.

3. Peningkatan Kolaborasi dalam Rantai Pasok

Kolaborasi antara berbagai unit bisnis dan pemasok menjadi fokus utama ATHENA. Beberapa langkah yang diterapkan termasuk:

  • Berbagi data inventaris secara real-time antar pabrik di berbagai lokasi.
  • Meningkatkan transparansi dengan pemasok utama untuk menghindari ketidakseimbangan persediaan.
  • Memanfaatkan pendekatan Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR), meskipun implementasi penuh masih menghadapi kendala.

Dampak dari pendekatan ini adalah peningkatan akurasi forecasting dan pengurangan ketidakpastian dalam perencanaan produksi.

Dampak ATHENA terhadap Performa Alfa Laval

Implementasi ATHENA telah membawa beberapa perbaikan signifikan bagi Alfa Laval:

  1. Penurunan Inventory Days of Supply (IDS)
    • IDS berkurang secara signifikan setelah penerapan ATHENA, yang berarti Alfa Laval dapat menyimpan lebih sedikit stok tanpa mengorbankan ketersediaan produk.
  2. Peningkatan Return on Capital Employed (ROCE) dan Return on Sales (ROS)
    • ATHENA membantu meningkatkan efisiensi modal kerja, yang berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan.
  3. Efisiensi dalam Manajemen Gudang
    • Dengan sistem klasifikasi stok yang lebih baik, Alfa Laval mengurangi stok berlebih di gudang mereka, sehingga menghemat biaya penyimpanan.
  4. Peningkatan Kolaborasi dengan Pemasok
    • Dengan berbagi data forecasting dan kapasitas produksi lebih awal, pemasok dapat merencanakan produksi mereka dengan lebih baik, mengurangi keterlambatan pasokan.

Studi Kasus: Implementasi ATHENA di Alfa Laval

Dalam salah satu kasus spesifik, penerapan ATHENA di fasilitas produksi gasketed plate heat exchanger (GPHE) menunjukkan hasil yang positif:

  • Forecasting permintaan meningkat hingga 20% lebih akurat dibandingkan sebelumnya.
  • Jumlah stok komponen utama berkurang 15%, menghemat jutaan dolar dalam biaya inventaris.
  • Kolaborasi dengan pemasok utama meningkat, mengurangi risiko keterlambatan produksi.

Hasil ini menunjukkan bahwa ATHENA berhasil menciptakan sistem manajemen inventaris yang lebih responsif dan efisien, meskipun masih ada tantangan dalam standarisasi sistem di seluruh unit bisnis.

Kesimpulan: ATHENA sebagai Model Manajemen Inventaris Masa Depan

Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa ATHENA merupakan langkah strategis yang membantu Alfa Laval meningkatkan efisiensi rantai pasoknya. Dengan klasifikasi inventaris yang lebih baik, pemanfaatan teknologi forecasting, dan peningkatan kolaborasi dengan pemasok, Alfa Laval berhasil mengurangi biaya dan meningkatkan efektivitas operasional.

Namun, masih ada beberapa area yang dapat diperbaiki:

  • Peningkatan standarisasi forecasting di semua unit bisnis.
  • Implementasi penuh sistem CPFR untuk meningkatkan visibilitas rantai pasok.
  • Mengintegrasikan AI dalam analisis data inventaris untuk hasil yang lebih akurat.

Bagi perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa dalam manajemen inventaris, pendekatan ATHENA dapat menjadi model yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mengoptimalkan modal kerja.

Sumber Referensi : Schiro, D., & Librelotto Rubin, L. (2023). Inventory Management: A High-Level Analysis of Selected Process Elements, and Factors Impacting Plan Performance – A Case Study at Alfa Laval. Lund University, Department of Mechanical Engineering Sciences, Division of Engineering Logistics.