Pendahuluan
Supply Chain Management (SCM) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam mendukung perdagangan domestik dan internasional. Namun, penerapan SCM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk biaya logistik yang tinggi, infrastruktur yang kurang memadai, dan keterbatasan penelitian dalam bidang ini.
Penelitian ini, yang dilakukan oleh Gamze Ogcu Kaya, Sri Susilawati Islam, dan Ammar Mohamed Aamer, bertujuan untuk menganalisis kondisi SCM di Indonesia berdasarkan studi literatur. Dengan menggunakan metode analisis konten terstruktur, penelitian ini mengevaluasi tren, tantangan, dan peluang SCM di Indonesia serta memberikan rekomendasi untuk penelitian di masa depan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mengumpulkan 97 jurnal akademik yang relevan dengan topik SCM di Indonesia. Setelah melalui proses penyaringan dan validasi, hanya 38 jurnal yang dianggap sesuai untuk dianalisis lebih lanjut.
Analisis dilakukan dengan mengategorikan penelitian SCM berdasarkan tema utama, termasuk:
- Supply Chain Berkelanjutan
- Dampak SCM pada Kinerja Bisnis
- Pengukuran Kinerja SCM
- Tantangan dan Risiko SCM
- Strategi dan Teknologi dalam SCM
Metode ini membantu mengidentifikasi kesenjangan penelitian serta memberikan wawasan mengenai implementasi SCM di Indonesia.
Temuan Utama
1. Status Supply Chain Management di Indonesia
- SCM di Indonesia masih dalam tahap berkembang, dengan jumlah penelitian yang terbatas dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia dan Singapura.
- Peringkat Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun 2018 adalah 46, naik dari 63 pada tahun 2016, menunjukkan adanya perbaikan tetapi masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.
- Biaya logistik Indonesia masih tinggi, mencapai 23,5% dari PDB, lebih besar dibandingkan Malaysia (13%) dan Thailand (15%).
2. Tantangan dalam Implementasi SCM
Penelitian ini mengidentifikasi beberapa kendala utama dalam penerapan SCM di Indonesia, di antaranya:
- Kurangnya pemahaman konsep SCM di kalangan bisnis dan akademisi.
- Infrastruktur logistik yang tidak memadai, termasuk keterbatasan sistem transportasi dan pergudangan.
- Ketidakpastian pasokan, terutama dalam sektor industri yang bergantung pada impor bahan baku.
- Kurangnya adopsi teknologi dalam SCM, menyebabkan ketidakefisienan dalam manajemen rantai pasok.
3. Kategori Penelitian SCM di Indonesia
Berdasarkan analisis literatur, SCM di Indonesia terbagi dalam beberapa tema utama:
a) Supply Chain Berkelanjutan (31,58%)
- Studi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama dalam penelitian SCM di Indonesia.
- Contoh: Widodo et al. (2010) menganalisis rantai pasok minyak kelapa sawit, menemukan bahwa keberlanjutan masih menjadi tantangan utama bagi ekspor Indonesia.
- Wu et al. (2017) meneliti rantai pasok industri batu bara dan menemukan bahwa kebijakan lingkungan sangat memengaruhi efisiensi SCM.
b) Dampak SCM terhadap Kinerja Bisnis (13,16%)
- Beberapa penelitian membuktikan bahwa SCM yang efektif meningkatkan daya saing perusahaan.
- Anatan (2010) menemukan bahwa praktik SCM yang baik dapat meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis.
- Handoko et al. (2015) meneliti hubungan antara Enterprise Resource Planning (ERP) dan SCM, yang terbukti meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
c) Pengukuran Kinerja SCM (13,16%)
- Banyak perusahaan Indonesia belum memiliki metode standar untuk mengukur kinerja SCM.
- Guritno et al. (2015) mengevaluasi SCM di sektor pertanian, menemukan bahwa inefisiensi dalam distribusi produk pertanian dapat menyebabkan kenaikan harga.
d) Tantangan dan Risiko dalam SCM (10,53%)
- Fizzanty (2012) meneliti tantangan logistik di Indonesia, terutama dalam rantai pasok produk pertanian.
- Ibrahim dan Zailani (2010) menunjukkan bahwa hambatan utama bagi SCM Indonesia adalah kurangnya dukungan pemerintah dan biaya transportasi yang tinggi.
e) Teknologi dan Inovasi dalam SCM (5,26%)
- Vanany et al. (2015) mengembangkan sistem traceability berbasis RFID untuk industri darah, yang meningkatkan efisiensi distribusi di rumah sakit Indonesia.
- Vanany et al. (2016) juga meneliti digitalisasi SCM dalam industri pertanian, menunjukkan bahwa penerapan teknologi masih sangat terbatas.
4. Studi Kasus: Penerapan SCM dalam Berbagai Industri
Penelitian ini juga mengulas beberapa studi kasus yang menggambarkan implementasi SCM di berbagai sektor:
a) Industri Minyak Kelapa Sawit
- Indonesia adalah eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, tetapi rantai pasoknya menghadapi tantangan keberlanjutan.
- Widodo et al. (2010) menemukan bahwa kurangnya regulasi lingkungan menyebabkan rendahnya daya saing di pasar global.
b) Industri Batu Bara
- Wu et al. (2017) menemukan bahwa industri batu bara Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mencapai rantai pasok yang berkelanjutan, karena tingginya dampak lingkungan.
c) Industri Pertanian
- Guritno et al. (2015) meneliti rantai pasok sayuran di Yogyakarta dan menemukan bahwa ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan menyebabkan pemborosan besar.
Strategi Optimal untuk Meningkatkan SCM di Indonesia
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan SCM di Indonesia:
1. Meningkatkan Infrastruktur Logistik
- Investasi dalam transportasi dan pergudangan sangat penting untuk mengurangi biaya logistik.
- Digitalisasi rantai pasok, seperti penggunaan Internet of Things (IoT) dan Blockchain, dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi.
2. Mendorong Adopsi Teknologi SCM
- Sistem ERP berbasis cloud memungkinkan integrasi data supply chain secara real-time.
- Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan untuk prediksi permintaan dan optimasi logistik.
3. Mengembangkan Kebijakan Pemerintah yang Mendukung SCM
- Subsidi untuk transportasi dan infrastruktur logistik dapat mengurangi biaya SCM bagi pelaku usaha.
- Standarisasi regulasi lingkungan akan membantu perusahaan Indonesia dalam meningkatkan daya saing di pasar global.
4. Meningkatkan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
- Peningkatan transparansi data antar pemasok, produsen, dan distributor akan membantu mengurangi risiko pasokan.
- Kemitraan strategis antara pemerintah, universitas, dan industri dapat membantu mendorong riset dan inovasi dalam SCM.
Kesimpulan
Penelitian ini menyoroti bahwa SCM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang. Investasi dalam infrastruktur, digitalisasi, dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan akan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok Indonesia.
Dengan strategi yang tepat, perusahaan di Indonesia dapat:
- Mengurangi biaya logistik
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Meningkatkan daya saing di pasar global
Penting bagi pelaku bisnis, akademisi, dan pemerintah untuk terus mengembangkan penelitian dan implementasi SCM agar dapat mencapai supply chain yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.
Sumber : Gamze Ogcu Kaya, Sri Susilawati Islam, Ammar Mohamed Aamer (2022). Supply Chain Management in Indonesia: A Literature Review. International Journal of Project Management and Productivity Assessment.