Pendahuluan
Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management/SCM) telah menjadi strategi utama dalam meningkatkan efisiensi bisnis, baik di sektor publik maupun swasta. Paper berjudul Review of Performance Measurement on Supply Chain Management oleh Pooja Dixit dan Tarun Kumar Yadav membahas bagaimana sistem pengukuran kinerja rantai pasok dapat memberikan wawasan tentang efisiensi operasional dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Paper ini menyoroti bahwa meskipun ada banyak penelitian tentang pengukuran kinerja rantai pasok, sebagian besar masih bersifat dangkal dan tidak mempertimbangkan kompleksitas dalam desain sistem pengukuran. Penelitian ini juga membahas perbedaan dalam penerapan sistem pengukuran antara perusahaan besar dan usaha kecil-menengah (UKM), serta bagaimana tren globalisasi dan digitalisasi mempengaruhi manajemen rantai pasok di berbagai industri.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur untuk memahami berbagai model pengukuran kinerja rantai pasok. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan metodologi struktural untuk mendesain sistem pengukuran kinerja yang lebih akurat.
Proses penelitian melibatkan tiga tahap utama:
- Analisis Literatur
- Mengkaji berbagai sistem pengukuran kinerja rantai pasok yang telah digunakan di industri manufaktur dan jasa.
- Mengidentifikasi kelemahan dalam penelitian sebelumnya dan mengusulkan agenda penelitian baru untuk masa depan.
- Pengujian Metodologi Pengukuran
- Mengembangkan kerangka kerja yang dapat diterapkan dalam organisasi dengan berbagai skala, dari UKM hingga perusahaan besar.
- Menggunakan pendekatan berbasis data untuk mengevaluasi efektivitas metode yang diusulkan.
- Evaluasi Implementasi dalam Konteks Global
- Meninjau dampak tren globalisasi, digitalisasi, dan kolaborasi jaringan terhadap pengukuran kinerja rantai pasok.
Lima Komponen Utama dalam Manajemen Rantai Pasok
Penelitian ini menyoroti lima elemen utama yang membentuk rantai pasok dan bagaimana masing-masing elemen dapat diukur secara efektif:
- Perencanaan (Plan)
- Perusahaan harus memiliki strategi yang jelas dalam mengelola sumber daya dan produksi.
- Indikator kinerja utama (KPI) yang digunakan mencakup efisiensi perencanaan produksi, ketepatan estimasi permintaan, dan efektivitas pengelolaan anggaran.
- Pengadaan (Source)
- Menentukan pemasok yang tepat dan memastikan bahan baku berkualitas tinggi merupakan faktor penting dalam rantai pasok.
- KPI yang digunakan mencakup keandalan pemasok, efisiensi biaya pengadaan, dan tingkat ketepatan waktu pengiriman bahan baku.
- Produksi (Make)
- Proses produksi menjadi tahap kritis dalam menentukan kualitas dan efisiensi produk.
- KPI utama mencakup tingkat kecacatan produk, efisiensi penggunaan sumber daya, dan produktivitas tenaga kerja.
- Distribusi (Deliver)
- Pengiriman produk ke pelanggan harus dilakukan dengan cepat dan tepat waktu.
- KPI yang digunakan mencakup kecepatan pengiriman, akurasi pemenuhan pesanan, dan kepuasan pelanggan.
- Pengembalian (Return)
- Penanganan barang yang dikembalikan karena cacat atau tidak sesuai pesanan merupakan bagian dari evaluasi rantai pasok.
- KPI yang digunakan mencakup efisiensi proses retur, jumlah barang yang dikembalikan, dan kepuasan pelanggan dalam menangani komplain.
Temuan Utama dalam Penelitian
Penelitian ini mengidentifikasi beberapa tantangan utama dalam penerapan sistem pengukuran kinerja rantai pasok:
- Kurangnya Standarisasi dalam Sistem Pengukuran
- Setiap perusahaan memiliki metode pengukuran yang berbeda, menyebabkan kesulitan dalam benchmarking dan perbandingan antar industri.
- Dibutuhkan sistem standar yang dapat diterapkan di berbagai sektor untuk meningkatkan akurasi evaluasi kinerja.
- Kesenjangan dalam Penerapan di Perusahaan Besar dan UKM
- Perusahaan besar memiliki akses ke teknologi dan sumber daya yang lebih baik dalam mengelola rantai pasok mereka.
- UKM sering kali mengalami kesulitan dalam mengadopsi sistem pengukuran kinerja yang kompleks karena keterbatasan dana dan tenaga ahli.
- Pengaruh Globalisasi dan Digitalisasi
- Integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data Analytics semakin berperan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok.
- Perusahaan yang mengadopsi teknologi digital dalam rantai pasoknya dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 30% lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang masih menggunakan metode konvensional.
Studi Kasus: Implementasi Pengukuran Kinerja di Industri Manufaktur
Penelitian ini memberikan contoh penerapan sistem pengukuran kinerja rantai pasok dalam industri manufaktur, dengan fokus pada perusahaan yang bergerak di sektor otomotif dan elektronik.
- Industri Otomotif
- Sebuah perusahaan otomotif di Eropa menerapkan sistem pengukuran berbasis Lean Manufacturing untuk meningkatkan efisiensi produksi.
- Hasilnya, perusahaan berhasil mengurangi waktu siklus produksi sebesar 20% dan meningkatkan akurasi inventaris hingga 95%.
- Industri Elektronik
- Perusahaan elektronik di Asia menggunakan analisis Big Data untuk meningkatkan akurasi estimasi permintaan pelanggan.
- Dengan sistem ini, perusahaan berhasil mengurangi tingkat stok berlebih hingga 25% dan meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 15%.
Rekomendasi untuk Optimalisasi Sistem Pengukuran Kinerja
Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengukuran kinerja rantai pasok:
- Mengadopsi Standarisasi Global
- Implementasi model seperti SCOR (Supply Chain Operations Reference) dapat membantu dalam menyusun sistem pengukuran yang lebih terstruktur dan seragam.
- Investasi dalam Teknologi Digital
- Perusahaan perlu memanfaatkan teknologi seperti AI, IoT, dan Blockchain untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam rantai pasok.
- Meningkatkan Kolaborasi dengan Pemasok dan Mitra Bisnis
- Kolaborasi yang lebih erat dengan pemasok dan distributor dapat meningkatkan keandalan rantai pasok serta mengurangi risiko gangguan operasional.
Kesimpulan
Penelitian ini menyoroti pentingnya sistem pengukuran kinerja dalam manajemen rantai pasok, baik untuk perusahaan besar maupun UKM. Meskipun ada tantangan dalam implementasi, penggunaan teknologi digital dan standarisasi global dapat membantu meningkatkan efektivitas sistem pengukuran. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis data dan inovasi, perusahaan dapat mencapai rantai pasok yang lebih efisien, responsif, dan kompetitif di era globalisasi.
Sumber Referensi : Dixit, P., & Yadav, T. K. Review of Performance Measurement on Supply Chain Management. International Journal of Engineering Applied Sciences and Technology, Vol. 7, Issue 9, 2022, pp. 118-126.