Analisis Keandalan Fasilitas Produksi Ethylene Oxide Menggunakan Reliability Block Diagram

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

19 Maret 2025, 10.55

Pixabay.com

Pendahuluan

Ethylene oxide (EtO) adalah gas mudah terbakar yang banyak digunakan dalam industri kimia untuk pembuatan poliuretan, deterjen, dan pelarut. Namun, karena sifatnya yang berbahaya dan beracun, pengelolaan fasilitas produksi EtO memerlukan sistem pemeliharaan yang optimal untuk mengurangi risiko kebakaran, ledakan, serta paparan toksik terhadap pekerja.

Artikel ini membahas pendekatan Reliability Block Diagram (RBD) untuk menilai keandalan sistem produksi EtO, mengidentifikasi komponen kritis, serta mengembangkan rencana pemeliharaan berbasis risiko (Risk-Based Maintenance, RBM). Dengan menggunakan simulasi RBD, artikel ini menunjukkan bagaimana strategi pemeliharaan dapat mengurangi kegagalan sistem hingga 30% dan meningkatkan efektivitas operasional.

Metode dan Model Keandalan

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

  1. Pengembangan Reliability Block Diagram (RBD) – Model ini mengidentifikasi komponen utama yang berkontribusi pada kegagalan sistem produksi EtO.
  2. Analisis Pemeliharaan Berbasis Risiko (RBM) – Menentukan frekuensi optimal pemeliharaan berdasarkan kemungkinan dan dampak kegagalan.
  3. Simulasi Keandalan Sistem – Menggunakan perangkat lunak BlockSim 7.0.14 untuk mensimulasikan keandalan sistem dan menentukan efektivitas strategi pemeliharaan.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa komponen paling rentan terhadap kegagalan adalah:

  • Flammable Gas Detector (Sensor Gas Mudah Terbakar)
  • Flame Arrestor A & B (Peralatan Penghenti Api)
  • Ignition Source (Sumber Penyalaan)

Keempat komponen ini memiliki kontribusi terbesar terhadap risiko kebakaran, dengan tingkat keandalan kurang dari 50% setelah 5 tahun operasional.

Hasil Simulasi dan Studi Kasus

Dalam skenario tanpa pemeliharaan, sistem diperkirakan akan mengalami kegagalan besar dalam waktu 1,5 tahun. Namun, dengan penerapan strategi pemeliharaan preventif, hasil simulasi menunjukkan peningkatan yang signifikan:

  • Meningkatkan waktu operasional tanpa kegagalan hingga 50 tahun.
  • Menurunkan risiko kebakaran dengan mendeteksi dan memperbaiki komponen kritis secara berkala.
  • Mengurangi downtime dan biaya perbaikan darurat.

Berikut adalah interval pemeliharaan yang direkomendasikan berdasarkan perhitungan reliabilitas:

  • Flammable Gas Detector → Pemeliharaan setiap 0,5 tahun
  • Flame Arrestor A & B → Pemeliharaan setiap 0,88 tahun
  • Ignition Source → Pemeliharaan setiap 0,75 tahun

Dalam implementasi di industri, strategi ini terbukti mengurangi risiko insiden hingga 40% dan meningkatkan efisiensi operasional.

Kesimpulan dan Implikasi Industri

Pendekatan Reliability Block Diagram (RBD) terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem produksi ethylene oxide. Dengan mengidentifikasi komponen kritis dan menerapkan strategi pemeliharaan berbasis risiko, industri dapat:

  • Mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja dan dampak lingkungan.
  • Meningkatkan efektivitas pemeliharaan dan mengoptimalkan biaya operasional.
  • Memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan industri kimia.

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemeliharaan berbasis reliabilitas (RBD) merupakan pendekatan yang lebih efisien dibandingkan pemeliharaan berdasarkan manual OEM, karena mempertimbangkan data historis kegagalan spesifik untuk setiap fasilitas produksi.

Sumber : Mohamad Nashakir bin Md Dom. Reliability Block Diagram Assessment of Ethylene Oxide Production Facilities. Universiti Teknologi PETRONAS, 2011.