Analisis dan Prediksi Keandalan Jaringan Nirkabel: Studi Metode RBD dalam 5G

Dipublikasikan oleh Dewi Sulistiowati

19 Maret 2025, 10.49

Pixabay.com

Pendahuluan

Keandalan komunikasi nirkabel menjadi faktor krusial dalam pengembangan jaringan 5G, terutama dalam layanan yang membutuhkan Ultra-Reliable Low Latency Communication (URLLC). Artikel ini membahas pendekatan Reliability Block Diagram (RBD) untuk memodelkan, menganalisis, dan memprediksi keberhasilan transmisi data dalam sistem nirkabel. Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti fading, mobilitas, interferensi, serta penggunaan teknik redundansi seperti Automatic Repeat reQuest (ARQ) dan Hybrid Automatic Repeat reQuest (HARQ).

Metode dan Model Keandalan

Model keandalan yang dibahas dalam artikel ini mempertimbangkan berbagai fenomena yang memengaruhi transmisi data, antara lain:

  1. Pathloss – Penurunan daya sinyal akibat jarak dan hambatan.
  2. Shadowing – Gangguan sinyal akibat objek di sekitar lingkungan komunikasi.
  3. Multipath Fading – Variasi kekuatan sinyal karena pantulan dan hambatan.

Dalam konteks ini, Reliability Block Diagram (RBD) digunakan untuk menentukan apakah suatu transmisi berhasil atau gagal. Artikel ini menjelaskan bahwa sistem komunikasi nirkabel dalam 5G umumnya merupakan sistem seri, di mana kegagalan satu elemen dapat menyebabkan kegagalan keseluruhan transmisi.

Analisis Keandalan dan Simulasi

Artikel ini menggunakan fungsi keandalan (R(t)) dan laju kegagalan (λ(t)) untuk mengukur tingkat keberhasilan transmisi. Berdasarkan hasil simulasi:

  • Pathloss dimodelkan menggunakan distribusi eksponensial.
  • Shadowing mengikuti distribusi log-normal.
  • Multipath Fading dimodelkan menggunakan distribusi Rayleigh.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa tanpa teknik redundansi, rata-rata waktu sebelum kegagalan transmisi (Transmission Time to Failure, TTTF) hanya 0,65 unit waktu. Namun, dengan penerapan retransmisi, nilai TTTF meningkat menjadi 0,98 unit waktu, membuktikan bahwa retransmisi dapat meningkatkan keandalan komunikasi secara signifikan.

Penerapan dan Studi Kasus

Artikel ini menyoroti bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan dalam berbagai skenario industri, seperti:

  • Komunikasi Kendaraan-ke-Kendaraan (V2V) untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas.
  • Jaringan sensor industri yang membutuhkan transmisi data andal dalam lingkungan dengan gangguan tinggi.
  • 5G untuk layanan kritis, seperti telemedicine dan otomatisasi industri.

Data dari proyek EU METIS menunjukkan bahwa sistem dengan optimasi keandalan dapat meningkatkan keberhasilan transmisi hingga 20-30%, mengurangi latensi hingga 50%, dan meningkatkan efisiensi energi dalam komunikasi seluler.

Kesimpulan dan Implikasi

Artikel ini membuktikan bahwa model Reliability Block Diagram (RBD) dapat digunakan secara efektif untuk memprediksi keandalan jaringan 5G. Dengan pendekatan ini, operator jaringan dapat mengoptimalkan infrastruktur mereka untuk meningkatkan keandalan layanan. Penggunaan teknik retransmisi dan redundansi juga terbukti mampu meningkatkan probabilitas keberhasilan transmisi, sehingga memungkinkan implementasi aplikasi URLLC dalam berbagai industri.

Sumber : Sattiraju, R., & Schotten, H. D. Reliability Modeling, Analysis and Prediction of Wireless Mobile Communications. University of Kaiserslautern. Proceedings of 79th IEEE Vehicular Technology Conference (IEEE VTC Spring 2014).