[Tanya Jawab] Finance Accounting (2023)
1. Pertanyaan dari Bapak Endang
Misalkan kita sudah beli barang, kemudian ada barang yang dikembalikan, lalu kita menerbitkan semacam kredit note. Ketika kita mau bayar dikurangi kredit note itu secara jurnal seperti apa?
Jawaban dari Nara Sumber: Mungkin menyebutnya begini, kalau di sini mengirimnya 10 barang datang misalkan. Ternyata diterima 10 yang dua itu reject sudah diterima, kemudian ada kredit dan lain sebagainya nanti topiknya seperti itu. Makanya ini cukup banyak tapi topiknya tapi intinya seperti ini, sehingga tadi Kalau akuntansi biaya itu CoA-nya itu beranak, kalau di ERP itu tidak, hanya sampai AP saja baru nanti di sana pakai akun semua.
2. Pertanyaan dari Bapak Suryo
Masalah lokalisasi accounting itu bagaimana Pak?
Jawaban dari Nara Sumber: Lokalisasi ini harus jelas dulu apakah IDR, settingan-settingan bisa semua tapi untuk sekali jadi tentu tidak, tapi ada beberapa e-faktur itu sudah. Nanti disetting dibuat lebih otomatis, kalau misalkan settingan di Indonesia sekarang, begitu anda pilih databasenya baru, anda Indonesia country-nya itu sudah langsung CoA-nya adalah Indonesia dan langsung sudah tersetting IDR. Tapi apakah itu cukup? Dengan requirement-nya itu tergantung dari requirement-nya anda, dan itu lagi-lagi namanya konsultan, ada namanya assessment yang dibutuhkan apa dulu itu muncul. Kalau dibilang sudah lengkap tentu sudah lengkap tapi juga secara real-nya kadang-kadang ada sampai ke customisasi teknikal, kalau bicara di dunia konsultan itu sampai mengubah itu, itu macam-macam ada bisnis prosesnya, kadang-kadang tidak mau standar, kita mengikutinya ada kebutuhan-kebutuhan lain juga ada.
3. Pertanyaan dari Bapak Irfan
Untuk modulnya itu bagus pakai Odoo match itu atau yang satunya lagi?
Jawaban dari Nara Sumber: Dua-duanya bagus, tapi ini yang jelas reconcile-nya dia ada yang Odoo match sepertinya belum jalan reconcile-nya, jadi nanti anda menyambungkan lagi memakai modul reconcile-nya dari OCA. Saya kadang memakai Odoo match juga Odoo Cybrosys, tapi saya sarankan semua itu ada proses pembelajaran, sebaiknya anda bersama konsultan, ada yang mendampingi nanti sampai 1 tahun mungkin, saran saya seperti itu. Kalau saya sendiri bagaimana? Boleh saja, pokoknya sudah pengalaman entah itu hire sendiri atau tidak, karena dari pengalaman kita banyak dari klien-klien itu, lalu mereka otodidak, banyak salahnya dibandingkan banyak proses pembelajarannya.
4. Pertanyaan dari Bapak Khaerudin Idris
Kita sedang mencari beberapa ERP yang tampaknya lebih bisa support untuk di kantor kita. Terkait pertanyaan saya Odoo itu berbasis open source, apakah itu database-nya aman Pak?
Jawaban dari Nara Sumber: Aman, sangat aman, artinya tidak ada yang aman 100%. Tapi pertanyaannya begini mungkin, saya akan menjawabnya begini, dengan anda terbuka ini semua akan cepat dan semua akan tertutup, jadi kekurangannya akan langsung tertutupi oleh sistem yang lain. Jadi saya perlu sampaikan begini, Bapak tahu server yang paling bagus sekarang itu pasti Linux, hampir 100% server dunia itu pakai Linux, Linux itu open source, pertanyaannya sangat umum dikatakan apakah aman? Aman, dari pengalaman saya justru lebih aman dibandingkan yang terbuka, dibandingkan dengan yang windows, karena sistemnya itu jadi lebih banyak berlapis dan ini pun dan ini pun kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita. Kalau itu saya katakan aman, misalkan kalau di Linux itu tidak ada virus ya nanti kalau di Odoo anda harus go live-nya itu servernya anda harus pakai server under Linux, tidak disarankan windows, jadi kebanyakan kita kalau sudah main server itu harus Linux dan itu aman.
5. Pertanyaan dari Bapak Khaerudin Idris
Maksudnya kita ingin juga mengupdate dengan fitur-fitur terbaru, apakah akan mempengaruhi?
Jawaban dari Nara Sumber: Apakah ada dalam satu sistem 0 itu windows atau siapa yang tidak ada update? Tidak ada. Pertanyaan berikutnya lagi bagaimana cara update yang benar? Ini tentunya anda harus membuat dan itu lazim digunakan, Anda harus membuat menggunakan ada namanya paling tidak itu 2 server, bagusnya ada tiga server, satu production, 2 adalah stitching, dan yang satunya adalah development. Jadi anda begitu mencoba dulu itu mencobanya jangan di production, Bapak mencoba di development dulu ditransaksikan sampai oke semuanya baru kemudian ke stitching, kemudian terakhir ke production, jadi tidak berefek dan itu ketika update pun pasti Bapak sudah atur, itu namanya perencanaan sistem updating. Hanya kemudian anda harus pastikan dicek quality-nya dulu update itu akan berefek ke mana itu dipelajari dulu, belajarnya di mana? Jangan diproduksi, Itu pasti di development.
6. Pertanyaan dari Bapak Khaerudin Idris
1. Terkait video yang sebelumnya, itu artinya tiap item bisa dibuat automate jurnal atau manual jurnal ya Pak?
2. Kadang ada beberapa item yang harus kita manual karena kita ada beberapa customer yang perlakuannya spesial, berbeda dengan customer lainnya. Contoh taruhlah dropshipper.
Jawaban dari Nara Sumber:
1. Iya otomatis jurnal, pertanyaan saya begini saya balik, Bapak butuh manual jurnal untuk apa?
2. Artinya ada kebutuhan seperti itu didefinisikan lalu anda setting, jadilah nanti automatic sesuai dengan settingan kebutuhan itu.
Profil Instruktur
Dr. Ir. Agung Terminanto, MBA, IPM, CEL, CEA
Founder & CEO PT Ctech ERP Indonesia, ERP Odoo Spesialist
Deskripsi Pemateri:
Dr. Ir. Agung Terminanto, MBA, IPM, CEL, CEA adalah pakar Transformasi Bisnis dan Konsultan ERP Odoo terkemuka di Indonesia dengan pengalaman profesional lebih dari 34 tahun.
Sebagai Founder & CEO PT. Ctech ERP Indonesia serta Pendiri Komunitas Odoo Indonesia (KOIN) dengan 4.300+ anggota, beliau telah memimpin berbagai implementasi sistem ERP berskala UMKM hingga korporasi. Kombinasi unik latar belakang beliau sebagai praktisi industri manufaktur (34 tahun) dan akademisi (Dosen di Fak Ilmu Komputer Universitas Indonesia, MBA ITB, dan Teknik Industri Universitas Pancasila) memberikan perspektif mendalam dalam menjembatani kebutuhan teknis sistem dengan strategi bisnis manajerial.
Memiliki kualifikasi pendidikan Doktor Ilmu Komputer dari Universitas Indonesia dengan spesialisasi Adopsi Cloud ERP, Dr. Agung memegang berbagai sertifikasi bergengsi termasuk Certified Oracle e-Business Suite dan Asesor Kompetensi BNSP.
Rekam jejak beliau mencakup spektrum yang luas, mulai dari Production Planning Control (PPC), Manajemen SDM Strategis, hingga Business Process Reengineering. Beliau aktif berkontribusi pada pengembangan standar kompetensi nasional sebagai penyusun SKKNI ERP dan secara rutin mempublikasikan karya ilmiah terindeks Scopus terkait implementasi Odoo.
Sebagai "Pracademic (practitioner-academic)" yang berdedikasi, Dr. Agung berkomitmen untuk memajukan ekosistem digital Indonesia melalui pendidikan, pelatihan, dan implementasi teknologi tepat guna. Keahlian beliau tidak hanya pada konfigurasi teknis Odoo (versi 8 hingga 19), tetapi juga pada manajemen perubahan dan pengembangan SDM, menjadikannya mitra strategis yang andal untuk organisasi yang ingin melakukan transformasi digital yang berkelanjutan.
Core Competencies ERP & Odoo Implementation: Pakar implementasi end-to-end Odoo (Sales, CRM, Manufacturing, Accounting, HR) dan Oracle E-Business Suite. Business Process Reengineering: Analisis mendalam dan optimalisasi alur kerja bisnis menggunakan BPMN (BizAgi, Draw.io) untuk efisiensi operasional. Strategic Management & HRD: Pengalaman 10+ tahun di bidang HRD (People Dev, Recruitment, Training) dan manajemen strategis korporasi. Manufacturing & Supply Chain: Penguasaan kuat pada sistem produksi (MRP, JIT/Kanban, TQM, ISO 9001/14000) dan manajemen rantai pasok. Education & Training: Berpengalaman luas sebagai dosen pascasarjana, instruktur pelatihan korporasi, dan pembicara webinar nasional/internasional.